Contact Merezaditya88@gmail.com

Jangan Malu Untuk Belajar dari Anak Kecil

Entah ini cuma perasaan Saya saja, atau mungkin teman-teman juga pernah mengalaminya?

Semakin bertambahnya usia seseorang, maka akan semakin bertambah pula “Ketakutannya” akan hal tertentu.

Masih belum paham maksudnya?

Oke, sekarang mari kita flashback sejenak ke masa lalu.

Dulu, waktu kita masih berada di sekolah dasar, Bapak Ibu guru kita biasanya sering menanyakan mau jadi apa kita (Cita-cita) kalau sudah dewasa nanti.

Pertanyaan tentang cita-cita ini lumayan sering ditanyakan pada kita.

Dan biasanya, 90% murid bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan suara lantang, tegas, dan tanpa keraguan sama sekali!

Belajar dari Anak Kecil Yuk

Ada yang menjawab dokter, pilot, insinyur, dan profesi bergengsi lainnya.

Saya sendiri masih ingat, waktu kecil dulu sempat punya cita-cita ingin jadi pilot.

Alasannya simple, karena ingin terlihat keren.

Tapi bukan alasan memilih cita-cita itu yang jadi pokok pembahasan pada artikel ini, melainkan keyakinan (Dulu) kita ketika memilih cita-cita tersebut.

Bagaimana caranya bisa menumbuhkan kembali keyakinan tersebut?

Sekarang, coba refresh kembali.

Dibandingkan SD dulu, apakah ketika sudah SMA, kuliah, dan tamat kuliah, kita masih sama yakinnya saat menyebutkan cita-cita kita?

Saya rasa tidak.

Karena banyak dari kita yang memilih realistis dan diplomatis ketika mengutarakan apa sebenarnya cita-cita kita.

Ada yang menjawab ikuti saja seperti air yang mengalir, yang penting yang terbaik saja, dan lain sebagainya.

Bahkan, tak sedikit pula yang menjawab dengan nada pragmatis, “Yang penting dapat kerja dan bisa hidup.”

Saya bukannya ingin menghakimi statement di atas sebagai sesuatu yang tidak baik. Memangnya Saya siapa?

Tapi di artikel kali ini, Saya hanya ingin mengajak kita semua untuk kembali yakin dengan apa yang ingin kita raih, khususnya cita-cita kita.

Mari Belajar dari Anak Kecil

Belajar berani

Hebatnya anak kecil, mereka seakan tak punya rasa takut. Yang ada, kita orang dewasa yang dibuat takut dengan apa yang mereka kerjakan.

Misalnya, ketika kita membawa anak-anak bermain di pantai, hampir bisa dipastikan kalau mereka sangat senang.

Mereka berlarian kesana kemari tanpa ada rasa takut akan tenggelam.

Ini sisi positif yang bisa diambil dari anak kecil. Dimana mereka sangat yakin dengan apa yang sedang dikerjakannya.

Kalau misalnya jatuh, mereka memang menangis, tapi biasanya langsung bangkit lagi, dan melakukan hal yang sama lagi!

Sekarang, untuk memvalidasi opini tentang lantangnya suara anak kecil ketika ditanyakan cita-cita, silahkan test sendiri.

Bisa jadi, suara lantang mereka akan mengingatkan kita pada sosok diri kita yang dulu, ketika masih seusia mereka.

Jadi mulai sekarang, jangan remehkan apalagi kesal dengan tingkah laku anak kecil. Karena itu hanyalah cara mereka dalam mengekspresikan diri.

Tugas kita lah yang mengarahkan dan mengajarkan mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik ketika sudah dewasa nanti.

Atau jangan-jangan, kitalah yang harus banyak belajar dari mereka dalam hal keberanian menggapai cita-cita?

Tags:
6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *