Berkenalan Dengan Rapid Test: Pengertian, Cara Kerja, Dan Tujuan

Berkenalan Dengan Rapid Test COVID-19

Tahun 2020 mungkin akan diingat sebagai tahun yang kurang menyenangkan bagi masyarakat di seluruh dunia. Termasuk Indonesia.

Karena belum genap setengah perjalanan (6 bulan), masyarakat dunia sudah dibuat kewalahan dengan kehadiran “musuh bersama” bernama virus corona.

Virus corona atau COVID-19 (Coronavirus Disease) pertama kali muncul di Wuhan, yakni suatu kota yang terdapat di negara China.

Pemerintah China baru secara resmi melaporkan keberadaan virus corona kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 31 Januari 2019.

Dan di tanggal 11 Maret 2020, WHO mengumumkan bahwa virus corona dikategorikan sebagai pandemi global.

Istilah pandemi global merujuk kepada wabah penyakit yang terjadi pada geografis luas, atau menyebar secara global.

Di Indonesia, pemerintah pertama kali mengkonfirmasi adanya kasus COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020.

Dan hingga tulisan ini dipublikasikan, virus corona a.k.a COVID-19 masih menyebar ke seluruh wilayah nusantara.

Sebagai decision maker, pemerintah memang sudah menerapkan beberapa kebijakan untuk menghentikan penyebaran wabah global ini.

Diantaranya dengan memberlakukan kebijakan Social Distancing, Physical Distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Karantina, dan Isolasi.

Tapi sayangnya, virus ini tidak mudah untuk ditaklukkan.

Untuk itu selain menerapkan kebijakan di atas, cara lain yang dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah dengan menggunakan rapid test.

Apa itu rapid test?

Well. Di tulisan ini kita akan berkenalan dengan rapid test. Mulai dari pengertian, cara kerja, dan tujuan utamanya.

Let’s check this out!

Pengertian Rapid Test Dan Cara Kerjanya

Menurut dr. Fadhli Rizal Makarim melalui halodoc, rapid test merupakan tes dengan menggunakan sampel darah.

Tujuan tes ini adalah untuk mendeteksi keberadaan Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM) di dalam tubuh manusia.

IgG dan IgM merupakan antibodi yang akan terbentuk di dalam tubuh seseorang, ketika orang tersebut terinfeksi oleh suatu virus.

Jadi ketika seseorang melakukan rapid test dan di dalam tubuhnya ditemukan IgG dan IgM, maka ada kemungkinan kalau orang tersebut telah terpapar virus corona.

Mengapa dikatakan baru sebatas kemungkinan?

Karena bisa jadi antibodi yang terdeteksi tersebut bukanlah akibat adanya virus corona, melainkan virus lainnya.

Dengan kata lain, hasil rapid test tidak bisa langsung membuktikan bahwa seseorang terpapar virus corona atau tidak. Karena memang bukan itu tujuan utamanya.

Tujuan Utama Rapid Test

Banyak pakar kesehatan menilai bahwa rapid test tetap perlu diterapkan bagi orang – orang dengan kondisi tertentu.

Tim komunikasi Gugus Tugas Reisa Broto Asmoro menekankan bahwa rapid test merupakan bagian dari screening awal keberadaan virus corona.

Tes ini ditujukkan untuk orang yang berisiko tinggi terpapar virus corona. Seperti orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif, dan tenaga kesehatan.

Tes ini bisa juga diterapkan (Jika diperlukan) untuk orang – orang yang berada di kerumunan atau keramaian.

Kesimpulannya

Tujuan utama rapid test adalah untuk membantu mengidentifikasi orang yang harus dirawat agar segera sembuh, dan orang yang membawa virus tetapi tetap sehat.

Sehingga secara tidak langsung akan mampu memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kamu bisa melakukan rapid test melalui halodoc (Aplikasi kesehatan) yang saat ini bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit di Indonesia.

Rapid Test Melalui Halodoc

Caranya cukup mudah.

Pertama, buka aplikasi Halodoc dan klik tombol “COVID-19 Test”, lalu pilih waktu serta lokasi tempat kamu ingin melakukan rapid test.

Setelah itu kamu akan diminta untuk mengupload Foto serta Kartu Tanda Pengenal (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), dan melakukan pemesanan.

Berikutnya kamu akan diarahkan ke tahap pembayaran, dimana nominal biaya yang harus kamu bayar tergantung pada masing – masing rumah sakit.

Terakhir, kamu akan mendapatkan SMS konfirmasi terkait jadwal test yang perlu kamu perlihatkan kepada petugas medis di hari test.

Selesai. mudah bukan?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!