Contact Merezaditya88@gmail.com

Belajar Manajemen Aset Digital Bersama UDAX Indonesia

Dari sudut pandang topik pembahasan, ini mungkin tulisan “terberat” di blog belajar terbang sejauh ini.

Karena biasanya tulisan Saya didominasi oleh topik-topik ringan seputar blogging dan opini.

Tapi karena topik yang akan Saya bahas ini sedang hot secara global maupun lokal (Indonesia), Saya jadi bersemangat untuk sharing kepada teman-teman.

Sebelum kita masuk ke UDAX dan manajemen aset digital, ada 3 poin penting yang ingin Saya jelaskan secara singkat terlebih dahulu.

#1. Cryptocurrency

Mata uang virtual/digital yang mulai banyak digunakan saat ini. Baik itu untuk pembayaran maupun investasi jangka panjang.

#2. Bitcoin

Salah 1 jenis mata uang virtual yang (Mungkin) paling HOT saat ini. Termasuk di Indonesia.

#3. Blockchain

Teknologi yang digunakan agar proses transaksi mata uang virtual/digital berlangsung aman.

Jadi, cryptocurrency itu mata uang virtual nya, bitcoin jenis mata uang virtualnya, dan blockchain adalah teknologinya.

Dari ketiga instrumen di atas, kemungkinan besar teman-teman masih bingung pada bagian yang ke-3, yakni blockchain.

Saya akan menjelaskannya sesederhana mungkin.

Blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari beberapa blok (Mari sama-sama kita bayangkan) yang menampung banyak transaksi.

Antara blok yang satu dengan yang lainnya ini saling terkait satu sama lain, dan membentuk suatu jaringan bernama hash kriptografi.

Hash kriptografi inilah yang bertugas mengambil data dari blok sebelumnya, dan menghasilkan istilah baru bernama compact string.

Pada akhirnya, string ini yang membantu sistem blockchain mendeteksi terjadinya sabotase data.

Setelah membaca penjelasan singkat tentang 3 poin di atas, Saya yakin teman-teman akan lebih mudah dalam memahami UDAX, karena ia juga merupakan salah satu teknologi blockchain yang ada saat ini.

Sekarang Saya akan mulai bercerita tentang UDAX.

UDAX merupakan akronim dari United Digital Assets Exchange, atau bisa diartikan sebagai wadah/teknologi untuk melakukan pertukaran aset digital. Contohnya bitcoin tadi.

Jadi Rabu kemarin (31 Oktober 2018), Saya dan teman-teman blogger Jakarta mendapat kesempatan istimewa menghadiri launching UDAX Indonesia di Java Ballroom, The Westin Hotel Jakarta.

Acara ini diselenggarakan oleh Aliansi blockchain se-ASEAN, sekaligus sebagai ajang konferensi dan inagurasi berdirinya UDAX Indonesia.

UDAX Indonesia
Booth UDAX Indonesia

Setelah sampai di lokasi dan melakukan registrasi, Saya dan teman-teman langsung masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti sesi konferensi peresmian UDAX Indonesia.

Di dalam sudah ada beberapa tamu undangan yang hadir, termasuk dari rekan-rekan media dan blogger yang mendengarkan sesi konferensi dengan serius.

Peserta Acara Launching UDAX Indonesia

Salah satu yang menarik dari UDAX adalah, mereka tidak hanya melayani pengguna secara global, tapi juga memiliki cabang di beberapa negara. Termasuk Indonesia.

Tujuannya tentu saja untuk memudahkan pengguna lokal.

Dari sisi teknis, UDAX (Saya ambil dari website resmi UDAX global) mengklaim mampu memproses 100.000 transaksi/detik dan mampu menerima kunjungan real time hingga 5 juta pengguna!

Artinya, mereka sanggup menampung 5 juta pengguna yang online disaat bersamaan!

Acara yang juga disupport oleh bisnis.com ini dihadiri oleh Bobby Lieu selaku CEO UDAX Global.

Selain Bobby, hadir juga Komang Aryasa, kepala riset & big data PT Telkom. Beliau tentu saja mengapresiasi dan mensupport UDAX Indonesia, sepanjang bisa berkontribusi positif terhadap ekonomi digital di negeri ini.

FYI, UDAX berkantor pusat di Cina, tapi juga sudah memperluas jangkauannya ke sejumlah negara seperti Hongkong, Korea Selatan, dan Indonesia.

Setelah sesi konferensi selesai, acara dilanjutkan dengan launching simbolis UDAX Indonesia.

Launching UDAX Indonesia
Launching UDAX Indonesia

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan para pakar di bidang cryptocurrency dan digital economy.

Di sini juga dibahas bahwa salah satu alasan didirikannya UDAX Indonesia adalah karena pangsa pasar ekonomi digitalnya yang dinilai bagus dan punya prospek cerah.

Beberapa diantaranya tentu saja perkembangan startUp di Indonesia yang semakin menggurita. Dan teman-teman pasti tau kalau saat ini Indonesia punya 4 startUp unicorn.

Diskusi Panel
Sesi Diskusi Panel Para Pakar Cryptocurrency

Setelah sesi diskusi panel selesai, ada pemaparan singkat dari Gold Max dan IPTV, dan ditutup dengan signature ceremony para anggota Aliansi blockchain se-ASEAN atau SEABA (Southeast Asia Blockchain Alliance).

Signature Ceremony Anggota SEABA
Bobby Lieu (No.4 dari kanan, tuxedo hitam), CEO UDAX Global

Jujur, ketika di lokasi, awalnya kepala Saya sedikit panas karena masih bingung dengan topik pembahasannya.

Tapi setelah sampai di rumah dan merangkum sedikit demi sedikit materi yang ada, Saya jadi semakin paham dan punya gambaran umum tentang masa depan ekonomi digital di Indonesia, dan mungkin juga di seluruh dunia.

Ya… Selamat datang di era BIG DATA …

Era dimana jumlah, kecepatan proses, dan keberagaman data tidak bisa lagi mengandalkan media penyimpanan tradisional seperti storage, database, dan lain sebagainya.

Inilah era dibutuhkannya teknologi blockchain yang relatif lebih aman, seperti yang dimiliki oleh UDAX Indonesia.

Short question for us, are we ready to change?

Belajar Manajemen Aset Bersama UDAX Indonesia
Saya (No.2 dari kanan bawah) Bersama rekan-rekan Blogger Jakarta
Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *