www.domainesia.com
Contact Megoal.reza@gmail.com

Persiapan Pensiun: Usaha Sampingan vs Manajemen Aset

Persiapan Pensiun

Dari dulu (Waktu masih Mahasiswa) sampai sekarang Saya selalu berusaha menjadwalkan main ke gramedia minimal 1 x 1 bulan.

Walaupun nggak selalu beli buku, InsyaAllah selalu ada hal positif yang bisa dibaca dan langsung diterapkan.

Selain pengembangan diri, rak buku favorit Saya adalah kewirausahaan.

Baik itu kewirausahaan jaman old hingga jaman now yang serba online, asalkan topiknya tentang kewirausahaan praktis, Saya akan baca.

Di rak buku kewirausahaan Saya sering membaca beberapa judul buku tentang persiapan pensiun karyawan.

Jujur Saya belum pernah membaca satupun dari buku tersebut,  karena topiknya Saya anggap tidak relevan dengan kondisi Saya saat ini.

Tapi perbincangan singkat dengan client beberapa waktu lalu membuat Saya berubah pikiran.

Jadi di kunjungan ke gramedia berikutnya nanti, Saya sudah punya niat untuk membaca atau membeli buku tentang persiapan pensiun karyawan.

***

Minggu lalu (27 April 2019) Saya ke Jogja karena harus bertemu client untuk tanda tangan kontrak project SEO. Di sana kami ngobrol sebentar tentang bisnis yang cocok bagi karyawan ketika akan pensiun.

Kurang lebih seperti ini isi percakapannya:


C: Client

S: Saya


C: Menurut Mas Reza, seminar kewirausahaan untuk persiapan pensiun karyawan itu bagus nggak sih Mas?

S: Hm, kayaknya sih bagus Mas. Memangnya kenapa Mas?

C: Saya pribadi kurang setuju Mas. Bayangin aja, karyawan yang sudah puluhan tahun kerja di bawah komando atasannya, terus tiba-tiba disuruh buka usaha sendiri, dan otomatis dia bakal jadi bosnya.

Kemungkinan besar blank Mas…

Belum lagi usia karyawan pensiun itu sudah kepala 5.

Orang sudah kepala 5 + Jadi karyawan selama puluhan tahun, dan setelah itu disuruh punya bisnis sendiri? Bisa-bisa tambah puyeng.

Akan lebih baik lagi kalau mereka (Karyawan) diajarkan untuk mengelola aset. Fokus di manajemen aset lah intinya.

S: Owh, gitu ya.


Pro

Secara umum apa yang dikatakan client Saya di atas benar dan masuk akal.

Dia yang seorang business owner pasti tahu seperti apa kerasnya dunia bisnis. Apalagi kalau harus merintis bisnis dari nol.

Mental kuat saja belum cukup di sini. Karena tetap butuh strategi, FOKUS, dan keyakinan tingkat tinggi.

Dia pasti berusaha memposisikan diri sebagai seorang karyawan yang sudah terbiasa bekerja di bawah komando orang lain (Atasan).

Ada SOP dan aturan main yang harus diikuti, dikerjaan, dan dipegang teguh.

Jadi ketika seorang karyawan sudah pensiun dan ingin banting stir ke dunia bisnis, proses adaptasinya akan sangat sulit.

Belum lagi faktor usia yang tentunya sangat berpengaruh pada kemampuan berpikir.

Tapi,

Tidak semua karyawan BUTA BISNIS.

Ada beberapa karyawan yang justru passionnya di bisnis. Bahkan ada yang sebelumnya sudah memiliki bisnis, tapi memutuskan untuk bekerja kantoran karena banyak faktor.

Dari mulai mengikuti permintaan orang tua, istri, atau tidak mau ambil resiko karena sudah berkeluarga.

Nah, moment menjelang pensiun ini biasanya sudah mereka tunggu sejak lama.

Ada yang sudah mulai menjalankan usaha sampingan. Ada juga yang langsung membeli saham kepemilikan bisnis kerabatnya (Investasi).

Ini Kesimpulan Saya

Ada 2 pilihan RASIONAL bagi seorang karyawan yang sebentar lagi akan pensiun:

  1. Fokus di manajemen aset
  2. Punya bisnis sendiri, tapi bukan sebagai pengelola, melainkan investor. Misalnya menjadi investor di bisnis properti kost kostan.

Bagaimana dengan karyawan yang ingin punya bisnis sendiri ketika sudah pensiun nanti?

Ya boleh-boleh saja. Tapi terlalu beresiko kalau sama sekali belum punya pengalaman mengelola bisnis.

***

Percakapan pun dilanjutkan ke sesi makan bakmi bersama. No PIC = No comment lah ^_^

Tags:
5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *