Pelajaran Berharga Dari Sandal Yang Sempat Tertukar

Sandal Yang Sempat Tertukar

Karena tak mau kalah dengan “Putri yang tertukar” yang sempat populer, di tulisan kali ini Saya sengaja membuat judul yang hampir sama, yakni sandal yang sempat tertukar.

Sandal Yang Sempat Tertukar
Gambar hanya ilustrasi

Bedanya, jika kisah sang putri di atas adalah fiktif, kisah sandal ini adalah kisah nyata yang Saya alami sendiri.

Jadi, Senin 26 Maret 2018 yang lalu, seperti kebanyakan muslim lainnya, Saya sholat Maghrib di Masjid dekat kontrakan.

Ketika selesai sholat dan mau pulang, Saya bingung mencari sandal yang sebelumnya Saya letakkan di tempat biasa, tepat di depan pintu masuk Masjid.

Kurang lebih sekitar 5-10 menit Saya mencari, barulah Saya menemukan sandal tersebut, namun hanya sebelah saja.

Tebakan Saya, sandal tersebut tertukar karena mungkin warnanya yang agak mirip.

Dan benar saja, Saya melihat ada seorang bapak yang berjalan agak buru-buru ke arah parkiran, dan Saya melihat kaki kanan Bapak tersebut memakai sandal Saya.

Karena Bapak itu udah lumayan jauh dan tampak tergesa-gesa, Saya pun membiarkannya, dan memilih memakai sandal Saya yang jadi beda sebelah.

Anggapan Saya, ya sudahlah, cuma sandal doang.

Mungkin saja Bapak itu ada kebutuhan mendesak sehingga buru-buru.

Tapi waktu sampai di kontrakan, Saya berpikir,

“Bagaimana kalau ternyata ketika sampai di rumahnya, Bapak itu panik setelah melihat sandalnya tertukar.”

Karena khawatir akan hal tersebut, Saya pun memutuskan akan selalu memakai sandal (Yang beda sebelah) tadi setiap kali sholat di Masjid.

Harapannya, siapa tau Bapak itu juga datang ke Masjid lagi, dan melakukan hal yang sama seperti Saya.

Dan Alhamdulillah…

Kurang dari 1 Minggu, tepatnya ketika tulisan ini dipublikasikan, Saya baru saja pulang sholat Dzuhur di Masjid tersebut.

Ketika ingin pulang, Saya kaget waktu melihat sandal Saya sudah menemukan pasangannya!

Agaknya, Bapak itu sudah ingat kalau dia salah membawa sandal, dan dialah yang (Mungkin) langsung mengganti sandal Saya dengan pasangan yang sebenarnya.

Jujur, di sepanjang jalan menuju ke kontrakan, Saya cuma bisa senyum-senyum, membayangkan betapa tak terduganya kuasa Allah SWT.

Sandal yang sudah Saya ikhlaskan ternyata dikembalikan lagi pada Saya, karena Allah tau, Saya masih butuh sandal itu.

Dari sandal yang sempat tertukar ini Saya benar-benar banyak belajar…

Kalau yang namanya rezeki itu tak akan pernah tertukar.

Kalau dia memang ditakdirkan milikmu, maka dia akan jadi milikmu.

Sekuat apapun kita berusaha (Mendapatkan sesuatu) dengan perhitungan yang menurut kita akurat, namun hasil akhirnya tetaplah atas izin Allah SWT.

Kerjakanlah segala sesuatunya sesuai porsi-mu teman, sedangkan untuk hasil akhirnya, serahkan pada Allah SWT.

DIA yang Maha Tahu dan lebih mengerti akan kebutuhan hambaNya.

Bisa jadi kamu sudah merasa butuh akan sesuatu, tapi Allah SWT lebih tau kalau hambaNya belum benar-benar butuh akan hal tersebut.

2 thoughts on “Pelajaran Berharga Dari Sandal Yang Sempat Tertukar”

  1. menarik mas ceritanya

    saya juga cukup sering ngalamin begini di masjid dekat kantor

    kalau gak nemuin sandal punya saya ya cuek aja trus akhirnya pulang nyeker dan mampir beli sandal jepit lagi

    lupain yang lama

    1. Reza Aditya

      Iya, seringnya gitu, seringnya sandalnya gak balik lagi.

      Ini baru pertama kali bisa balik lagi. Makanya langsung aku buat jadi tulisan. Emang baiknya gitu ya, lupain yang lama, FOKUS ke yang baru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *