Tips Menjadi Freelancer Berkompeten

Tips Menjadi Freelancer

Ada beberapa teman di komunitas blogger Jakarta yang bertanya kepada Saya, “Bang, gimana sih tips menjadi freelancer yang sukses?”

Waktu itu Saya langsung bilang, “Lha, kok tanya ke Aku? Aku aja belum sukses.

Begitulah.

Saya merasa belum pantas kalau diminta memberikan tips atau kiat-kiat jitu menjadi freelancer yang sukses. Alasannya karena Saya merasa belum sukses.

Tapi kalau sekedar sharing tentang do and don’t nya dunia freelance, InsyaAllah Saya siap menuliskannya di sini. Kita sama-sama belajar ya. Yuk.

4 Tahap Menjadi Freelancer Seprofesional Mungkin

Tahap 1 – Persiapan

Persiapan Menjadi Freelancer

1/ Skill + Quality

Poin terpenting dari tahap ini adalah mempersiapkan skill yang ingin teman-teman tawarkan kepada calon client.

Pastikan kalau skill yang dimiliki memang berkualitas.

Caranya, tentukan bidang ilmu yang disukai dan dikuasai, lalu pastikan kalau niche di bidang tersebut masih memiliki demand dan celah untuk bersaing.

2/ Kenali Target Market = Client

Dari olahraga panahan, kita bisa mengambil pelajaran bahwa seseorang akan cenderung lebih fokus jika mengetahui siapa targetnya.

Jadi mulai sekarang, segera cari tahu siapa target market atau calon client teman-teman. Kalau bisa mendetail tentunya lebih bagus.

Tapi minimal, cari tahu berapa usia mereka, dimana tempat mereka biasa berkumpul, apa hobinya, dan hal-hal penting lainnya.

Informasi ini sangat penting untuk strategi promosi dan bahasa penawaran yang digunakan.

3/ Quotation

Quotation ini kurang lebih hampir sama dengan kontrak kerja sama, yang mencakup deskripsi pekerjaan, timeline, fee, dan berbagai ketentuan lainnya.

Sebaiknya teman-teman mempersiapkan quotation ini sejak awal, supaya tidak gugup kalau ada calon client yang minta penawaran.

Silahkan googling “Quotation Template.”

Saya pribadi sering menggunakan situs pandadoc sebagai rujukan template.

4/ Alat Tempur

Kalau laptop atau PC yang dimiliki masih bisa berfungsi dengan baik, gunakan itu. Fokus pada fungsi. Jangan banyak gaya.

Karena yang paling penting bagi client adalah hasil akhir dan deadline.

Tahap 2 – Promosi

Cara Mendapatkan Job Freelance

1/ Linkedin

Linkedin adalah platform khusus B2B. Sangat cocok untuk teman-teman yang ingin mempromosikan jasa freelance di media sosial.

Sebelum terlambat dan marketnya semakin jenuh, aktiflah di Linkedin mulai saat ini.

2/ Blog

Buatlah blog seprofesional mungkin, dan jangan ragu untuk berinvestasi domain + hosting.

Kalau sudah punya blog, usahakan rutin mempublikasikan konten yang berhubungan dengan skill teman-teman.

Alokasikan waktu untuk belajar bagaimana cara mendatangkan traffic / kunjungan ke blog, baik itu kunjungan organik maupun berbayar.

Intinya ada pada: Traffic -> Leads -> Closing

3/ Situs Freelance

Untuk situs freelance di Indonesia, teman-teman bisa menggunakan sribulancer, projects.co.id, atau sribu.

Sedangkan untuk luar negeri, ada fiverr dan upwork.

N.B: Kalau sudah pernah mengerjakan project, jangan lupa untuk menampilkannya di blog, linkedin, dan situs freelance yang dipilih.

Tahap 3 – Project Ongoing

Checklist Job Freelance

1/ Buat Rencana Kerja

Awal mula berhasil mendapatkan job freelance, biasanya teman-teman akan bingung atau terlena dalam hal manajemen waktu.

Ini wajar karena jam terbang masih minim.

Tapi kedepannya, usahakan membuat rencana kerja yang terukur. Kalau masih ingat, ini sudah Saya singgung di sub poin quotation, bagian timeline.

2/ Aktif Dan Berkontributif

Standard-nya, tugas teman-teman adalah mengerjakan pekerjaan freelance sesuai instruksi dan deadline yang diberikan client.

Tapi jangan kaku…

Usahakan lebih aktif lagi, misalnya dengan memberikan masukan dan pandangan pribadi tentang kampanye produk / jasa yang sedang teman-teman kerjakan.

Tahap 4 – Hasil Akhir

Pekerjaan Freelance

Ketimbang memberikan harga murah, Saya lebih memilih untuk memberikan kualitas lebih. Ini adalah prinsip yang selalu Saya pegang teguh selama berkarya di ranah digital.

Ilustrasi mudahnya seperti ini:

Client minta skor 70. Dan tarif Saya adalah 5 juta.

Ketimbang memberikan diskon menjadi 4 juta, Saya memilih untuk tetap bertahan di angka 5 juta, meski pada akhirnya Saya tidak mendapat job tersebut.

Tapi kalau client tersebut jadi menggunakan jasa Saya, InsyaAllah Saya akan habis-habisan untuk memberikan skor lebih dari 70!


Pesan

Mungkin teman-teman sering melihat postingan di media sosial, yang memperlihatkan kalau menjadi seorang freelancer itu selalu enak.

Wait… Wake up.

Konten di media sosial itu adalah konten yang memang ingin diperlihatkan ke banyak orang.

Jadi apapun pekerjaan yang teman-teman pilih, asalkan halal, bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, ambil kalau mampu.

Disclaimer

Beberapa tips menjadi freelancer yang Saya tulis ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi, bisa jadi berbeda dengan apa yang teman-teman alami.

Teman-teman tidak harus mengikuti 100%. Silahkan ambil yang baik, dan perbaiki yang jelek.

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *